Skip to Content

INFOMENARIKINDO

Berita Dan Informasi Seputar Indonesia

Pengacara Setya Novanto Akan Laporkan Tindakan KPK ke Jokowi

Pengacara Setya Novanto Akan Laporkan Tindakan KPK ke Jokowi

Be First!
by November 16, 2017 Berita Poker
w644111

Senyuman Setya Novanto di peresmian pembangunan Gedung Panca Bakti DPP Golkar di Jakarta

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi menyesali atas tindakan KPK yang ingin menangkap Ketua DPR-RI di kediamannya, Jalan Wijaya XII, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tindakan KPK tersebut dianggap menyalahi aturan dan mencoreng Undang-Undang Dasar 1945.

Kita akan menemui pimpinan negara yaitu presiden, jadi marwah UUD bisa dilecehkan,” kata Fredrich Yunadi selaku pengacara Setya Novanto di depan kediaman Setya Novanto, Jakarta, Kamis (16/11/2017) dinihari.

Menurut Fredrich, Setya Novanto akan mematuhi segala proses hukum yang menjeratnya. Karena itu, lanjut dia, Ketua umum Partai Golkar itu tidak akan pergi untuk melarikan diri. “Beliau tidak sembunyi, saya persilakan sampai kolong bawah cari-cari sana. Karena yakin beliau patuh,” kata dia.

Fredrich mengaku bahwa terakhir kali bertatap muka di gedung DPR-RI. Saat itu pria yang sering disapa dengan panggilan Setnov tersebut meminta dirinya untuk datang ke rumah sekitar pukul 19.00 WIB. ” Waktu di parlemen kan saya sempat turun. Terakhir saya ke atas, beliau bilang mau rapat, mau salat. Saya disiapkan makan baso terus beliau bilang nyusul jam 7 kerumah ya,” kata Fredrich.

Dia melanjutkan, dalam perjalanan ke rumah Setya Novanto, dirinya sempat menghubungi salah satu ajudannya. Saat itu sekitar pukul 18.30 WIB. Dia mengaku telah menghubungi salah satu ajudan untuk menanyakan posisi Setya Novanto dan bertanya soal pertemuan yang dijanjikan. ” Sebelum saya tiba disini, saya telepon ajudannya jam 06.30 WIB kurang lebih itu sudah nggak diangkat. Terus saya tanya ajudannya, suruh tunggu aja. ” ujar dia.

Didatangi Penyidik KPK

Setibanya di kediaman Ketua Umum Golkar itu, kata Fredrich, dirinya diberitahu oleh salah satu ajudannya agar menunggu.

“Keluarga ibu masih tidur. Yang jelas ajudan yang lebih tahu terus bapak pesen jangan pulang dulu,” imbuh dia.

Namun, bukannya Setnov yang datang, dia mengaku justru dikagetkan dengan kedatangan penyidik KPK.

“Tahu-tahu geruduk banyak manusia datang. Kalau Brimob pertama masuk ya permisi kan seharusnya tapi saya masih toleransi karena pakai seragam. Terus ada penyidik KPK tanya Pak SN lah, saya justru disuruh nyusul, saya juga lagi nunggu, tanya aja sama supirnya, pamdalnya dimana, saya bilang begitu,” dia memungkasi.

Share and Enjoy ....
0
Previous
Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*