Skip to Content

INFOMENARIKINDO

Berita Dan Informasi Seputar Indonesia

70 Tahun Tidak Terpecahkan Misteri Black Dahlia Murder, Pembunuhan Elizabeth Short

70 Tahun Tidak Terpecahkan Misteri Black Dahlia Murder, Pembunuhan Elizabeth Short

Be First!

Black_Dahlia_crime_scene_on_front_page_of_the_LA_Daily_News

INFOMENARIKINDO.COM – Black Dahlia Murder adalah salah satu kasus pembunuhan yang sangat terkenal di dunia hingga saat ini. Kasus pembunuhan ini menarik banyak perhatian orang banyak saat kasus ini terjadi. Tidak seperti kasus pembunuhan heboh lainnya yang menelan banyak korban atau pembunuhan berantai seperti Jack The Ripper, kasus Black Dahlia Murder ini hanya ada satu orang korban saja. Kasus pembunuhan ini mendapat tempah khusus diberbagai media saat itu.

(Perhatian : pada tulisan kali ini ada beberapa gambar yang sadis akan ditampilkan dan kalimat atau kata-kata yang agak kurang enak dibaca dan tentunya tulisan ini sangat panjang karena akan membahas lebih jauh tentang kasus yang sangat terkenal)

Temuan Mayat Terpotong Pada Lahan Kosong

15 Januari 1947, di pagi yang mendung Betty Bersinger keluar dari kediamannya di Los Angeles bersama dengan anak perempuannya yang masih berumur 3 tahun dengan tujuan pergi ke sebuah toko sepatu untuk memperbaiki sepatu. Dalam perjalanan itu Betty bersama putri kecilnya melewati sebidang lahan kosong yang banyak ditumbuhi oleh semak-semak di Leimert Park dekat sudut Norton 39th.

bf229d7b5a

Betty Bersinger

Pandangan Betty seketika terpaku pada sesuatu yang berwarna putih yang berada di dekat semak-semak. Benda yang dilihat betty tersebut terlihat seperti manekin (patung pada toko pakaian) yang dibuang oleh depertemen store yang telah rusak karena terbelah menjadi dua bagian. Dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi Betty mendekati objek berwarna putih tersebut. Ketika Betty sampai dekat dengan objek tersebut dia sangat terkejut karena apa yang dilihatnya bukanlah sebuah manekin yang rusak, melainkan sosok tubuh wanita berkulit putih tanpa busana yang telah terpotong atau terbelah menjadi dua bagian.

Baca Juga : Elang vs Drone, Melawan Pengedar Narkoba Polisi Inggris Pakai Elang Habisi Drone

Kondisi Mayat Pada Saat Ditemukan serta Olah Tempat Kejadian Perkara

Kondisi mayat wanita berkulit putih itu ditemukan dengan keadaan terlentang dengan tangan terangkat diatas kedua bahunya dan kedua kaki terbuka lebar dengan pose yang vulgar tanpa mengenakan busana apapun. Pada tubuh wanita itu banyak didapatkan luka robek dan lecet pada seluruh bagian tubuhnya. Mulut yang tersobek sehingga wajah senyuman wanita tersebut menjadi sangat lebar dari telinga satu ke telinga yang satunya lagi. Pada tubuhnya banyak terdapat bekas jeratan tali penyidik kasus tersebut menyimpulkan kalau sang korban disiksa dan di ikat selama berhari-hari sebelum di bunuh.

Hal yang paling mengerikan dengan kondisi mayat itu adalah dimana tubuh wanita tersebut telah tebagi menjadi dua bagian dimana tubuh itu terbelah d bagian atas pinggang.

ar-blackdahlia003

Kondisi mayat saat ditemukan telah terbelah menjadi dua bagian

Kesimpulan yang didapatkan oleh para penyelidik kasus pembunuhan tersebut diketahui bahwa wanita tersebut telah dibunuh di suatu tempat dan mayat wanita tersebut di buang ke tempat itu di malam hari ketika suasa sangat sepi. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya bercak darah disekitar lokasi kejadian baik itu di tanah ataupun di sekitar semak-semak, pembunuh wanita tersebut telah membersihkan mayat tersebut terlebih dahulu sebelum akhirnya di buang di lahan kosong tersebut.

Kasus pembunuhan mutilasi ini langsung menjadi prioritas utama dari kepolisian Los Angeles (LAPD) dimana mereka langsung menugaskan detektif bernama Harry Hansen dan Partnernya Finish Brown untuk menyelidiki kasus itu secepatnya.

e3c26cc497ed0e3f6aa05fb846545b16--black-dahlia-coal-miners

Harry Hansen dan Partnernya Finish Brown

Pada saat kedua detektif tersebut tiba di lokasi kejadian, terlihat telah banyak dipenuhi oleh para pejalan kaki dan reporter yang meliput kejadian tersebut. Hansen langsung bertindak untuk membubarkan kerumunan massa untuk mengamankan barang bukti yang mungkin masih tercecer di lokasi kejadian.

Akan tetapi tidak ditemukan barang bukti pembunuhan baik itu senjata yang digunakan untuk membunuh ataupun jejak kaki di sekitar mayat tersebut.

Setelah selesai memeriksa lokasi kejadian, mayat wanita tersebut lalu dibawah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Dengan segera sidik jari dari korban tersebut dikirim ke kantor FBI yang berada di Washington untuk diidentifikasi. Sambil menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan dari pihak FBI, para petugas otopsi kembali memeriksa mayat wanita tersebut dan mereka berhasil mengumpulkan beberapa hal mengerikan yang lain.

Hasil temuan otopsi tersebut menyatakan bahwa terdapat benyak cabikan atau cakaran pada bagian wajah, kepala dan tubuhnya. Dan ditemukan adanya tanda perlakuan kekerasan seksual seperti sodomi dan pemerkosaan walaupun tidak ditemukan adanya sperma pada bagian tubuh atau dalam tubuh mayat tesebut.

Dengan kondisi mayat yang sangat mengerikan tersebut membuat para dokter dan detektif yang paling tahan melihat kondisi mayat dibuat syok dengan kondisi mayat tersebut.

dahlia4

Tidak beberapa lama kemudian, hasil dari pemeriksaan FBI terhadap sidik jari mayat wanita tersebut tiba di kantor LAPD. Perempuan yang menjadi korban pembunuhan sadis tersebut bernama Elizabeth Short, berumur 22 tahun yang berasal dari Massachusetts.

Seletah mendapatkan identitas dari korban, para dektektif dan tim penyidik langsung segera bergerak untuk mencari dan menggali informasi sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan petunjuk yang bisa mengungkap siapa dalang dari kasus pembunuhan sadis tersebut.

Tetapi tanpa disadari mereka malah akan menemukan adalah berbagai macam teka-teki yang membingungkan mengenai kasus pembunuhan tersebut.

Elizabeth Short

beth1Elizabeth Short, lahir di Massachusetts pada 29 juli 1924 dari pasangan Phoebe dan Cleo Short. Dibesarkan di lingkungan keluarga yang kurang harmonis menyebabkan Elizabeth tumbuh sebagai anak yang pembangkang. Bahkan pada usia yang masih sangat muda dia memutuskan untuk pergi ke Hollywood untuk mengejar mimpinya menjadi artis, walaupun keinginannya tersebut ditentang oleh sang ibu yang lebih menginginkan putrinya tersebut untuk tinggal di rumah.

Elizabeth dikenal dengan sosok perempuan yang sangat gampang bergaul dan memiliki banyak kenalan. Memiki wajah yang cantik membuatnya sering menarik perhatian para pria disekitarnya, bahkan dia mampu menarik perhatian di Hollywood sekalipun dimana kecantikan merupakan hal yang biasa.

Di Hollywood, Elizabeth telah banyak berkenalan dengan banyak orang dari kalangan sosialita kelas atas. Salah satu pria yang kemudian menjadi teman baik dari Elizabeth adalah Mark Hansen. Mark  sendiri adalah seorang pemilik klub malam dan teater.

Mark Hansen lantas mengajak Elizabeth untuk pindah ke rumahnya untuk tinggal disana bersama dengan sejumlah artis lainnya. Terkadang para artis-artis tersebut menjadi penghibur para tamu yang datang ke klub malam milik Hansen. Dengan demikian Elizabeth sudah menjadi bagian tetap dalam kelompok Hansen. Tentu saja kondisi ini sudah sangat menguntungkan untuk Elizabeth mengingat karirnya di film tidak berkembang.

lf (2)

The Blue Dahlia

Pada masa itu, film “The Blue Dahlia” yang diperankan Veronica Lake dan Alan Ladd beredar di masyarakat. Beberapa teman Elizabeth mulai memanggilnya dengan sebutan Black Dahlia karena rambut hitamnya kesukaannya mengenakan pakaian hitam.

Baca Juga : Jangan Pernah Minta Foto Full Body Wanita Jikat Tidak Mau Seperti ini

Siapa Pembunuh dari Elizabeth Short

Seiring dengan berjalannya waktu kasus pembunuhan Elizabeth semakin tersebar luas di media, yang lebih menghebohkan lagi ada sekitar 60 pria dan wanita maju ke publik dan mengaku sebagai pembunuh sebenarnya. Namun, pengakuan-pengakuan ini tidak disertai oleh bukti yang bisa diverifikasi oleh pihak kepolisian sehingga semua pengakuan ini dianggap hanya sebagai usaha mencari sensasi dan kepopuleran semata.

Pada masa itu, kasus pembunuhan Black Dahlia adalah kasus penyelidikan kriminal terbesar yang pernah dilakukan LAPD sejak kasus pembunuhan Marion Parker yang terjadi pada tahun 1927. Karena besarnya skala penyelidikan ini, LAPD mendapatkan bantuan ratusan petugas dari badan lainnya.

Beberapa hari setelah penemuan mayat Elizabeth di lahan kosong, polisi mendapatkan kiriman sebuah paket misterius yang diduga berasal dari sang pembunuh sendiri.

black-dahlia-elizabeth-short-letters

Paket surat yang diterima LAPD

Paket itu tiba di kantor harian Los Angeles Examiner dan dengan segera dibawa ke kantor polisi. Di dalamnya ditemukan sebuah catatan yang terbuat dari beberapa guntingan-guntingan koran yang bertuliskan “Here is Dahlia’s belonging.. Letter to follow.” Yang memiliki arti dalam bahasa indonesia yaitu “Ini adalah barang-barang kepunyaan Dahlia…surat akan menyusul”.

6a00d8341c630a53ef0120a6628fa8970b

“Here is Dahlia’s belonging.. Letter to follow.”

Dalam kotak tersebut ditemukan yang diduga kuat merupakan barang pribadi milik Elizabeth seperti kartu jaminan sosial, akte kelahiran, foto Elizabeth dengan rekan-rekan artisnya, kartu nama dan nota klaim untuk koper yang tertinggal di depot bus. Ada satu barang yang menjadi perhatian khusus dimana barang itu menarik perhatian penyidik yaitu buku alamat milik Mark Hansen dimana beberapa halaman buku tersebut telah hilang.

Dengan adanya paket tersebut kemudian polisi mencoba untuk mencari sidik jari yang tertinggal dari kotak dan barang-barang yang ada di dalamnya, hasil yang didapatkan ternyata semua barang tersebut telah dicuci dengan minyak tanah untuk membersihkannya dari sidik jari.

Para detektif lalu memulai tugas berat untuk menyelidiki semua nama yang ada di buku alamat Hansen. Surat menyusul yang dijanjikan sang pembunuh memang tiba, namun tanpa petunjuk yang berarti.

Dikarenakan kompleksnya kasus pembunuhan ini, para detektif yang menyelidiki kasus ini menganggap setiap orang yang mengenal Elizabeth Short dijadikan sebagai tersangka. Dengan begitu ratusan orang masuk dalam daftar tersangka dan ribuan orang diwawancarai guna mencari pentunjuk pembunuhan. Kasus pembunuhan dikenal dengan nama ” The Black Dahlia Murder “ yang sangat terkenal

Dengan melihat kondisi mayat yang ditemukan dimana kondisi mayat tersebut sangatlah mengerikan, para penyidik mengambil dua kesimpulan besar mengenai sosok pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Pertama, sang pembunuh adalah orang yang mengenal Elizabeth Short dan mungkin motif pembunuhannya adalah dendam. Pada kasus pembunuhan dimana kasus mayat yang ditemukan rusak dengan kejam dan sadis pada umumnya itu merupakan balas dendam dan pelakunya mengenal korban.

Karena hal itu semua orang yang mengenal Elizabeth Short seperti Mark Hansen diperiksa satu persatu. Akan tetapi tidak ada bukti yang didapatkan mengarah kepada pelaku pembunuhan.

Kedua, merupakan kasus pembunuhan berantai. Teori pembunuhan berantai memang teori yang paling populer dalam 70 tahun terakhir ini, beberapa peneliti independen telah mencoba  melakukan penyelidikannya sendiri dan menghasilkan beberapa kesimpulan yang cukup kuat.

Selama 70 tahun terakhir ini, paling tidak ada 24 tersangka yang dianggap paling mungkin melakukan pembunuhan Black Dahlia, namun, saya hanya akan membahas beberapa nama yang paling populer yang dikaitkan dengan kasus pembunuhan Elizabeth Short.

Baca Juga : Video gadis jual keperawanan demi iPhone 8

George Knowlton

Tahun 1995, Janice Knowlton sebagai seorang penulis menerbitkan sebuah buku dengan judul “Daddy was the Black Dahlia Killer”.

black dahlia killer

Pada buku tersebut Janice menuliskan teori kalau ayanya George Knowlton adalah sang pembunuh Elizabeth Short pada kasus Black Dahlia. Tapi para penyelidik kasus tersebut menolak teori dari Jenice dikarenakan teori tersebut hanya berdasarkan ingatan depresi karena ayahnya suka menganiaya Jenice secara seksual sejak kecil.

Baca Juga : Guru Cantik Minta Disawer saat Ngajar 

Cleveland Torso Murder

Death_Mask_Display

Cleveland Torso Murderer Museum

Pada tahun 1930an, sebelum pembunuhan Elizabeth Short terjadi, ada seorang pembunuh berantai yang meneror Cleveland. Kasusnya sering disebut  dengan julukan “Cleveland Torso Murder” dan aktor atau pembunuh dalam kasus tersebut dikenal dengan julukan “Butcher of Kingsbury run”. Julukan itu didapatkan karena semua korban pembunuhan tersebut ditemukan termutilasi dengan sayatan yang sangat rapih, persis seperti pembunuhan yang menimpa Elizabeth Short.

Elliot Ness menangani kasus pembunuhan ini secara langsung. Nama Elliot Ness sudah sangat legendaris, Ness dikena karena berhasil memenjarakan mafia kelas kakap yang bernama Al Capone. Meskipun kasus pembunuhan Cleveland telah ditangani secara langsung oleh Ness kasus ini tidak pernah terpecahkan. Jadi banyak orang percaya kalau kasus pembunuhan Black Dahlia dan Cleveland dilakukan orang sama. Apakah mungkin pembunuh yang dikenal dengan sebutan “Butcher of Kingsbury Run” menjadi dalang dari pembunuhan Elizabeth Short ? Sampai saat ini belum ada fakta yang dapat membuktikan hal tersebut.

Baca Juga : Beredar Film Berjudul “MISTERI JEMBUT KUNTILANAK”

George Hodel

Selain Janice Knowlton, masih ada seseorang lagi yang juga menulis dan menerbitkan sebuah buku yang menuduh kalau ayahnya adalah pelaku pembunuhan pada kasus Black Dahlia Murder. Dia adalah Steve Hodel, seorang detektif yang bekerja di LAPD bagian pembunuhan. Buku yang ditulis olehnya diberi judul “Black Dahlia Avenger” yang terbit pada tahun 2003.

Black-Dahlia-Avenger-Coverp2-Copy_0001-Copy-1024x698

Dalam buku tersebut Steve menuduh ayahnya sebagai pembunuhnya. Dr. George Hodel itulah nama dari ayah Steve yang bekerja sebagai seorang ahli bedah, dan menuduh ayahnya sebagai pelaku utama pada kasus Black Dahlia.

“Apa yang saya mengejutkan saya adalah adanya kemungkinan kalau pembunuhnya adalah seorang dokter bedah.” Kata Steve. “Bukan sekedar pemotong daging, bukan tukang jagal hewan, melainkan seorang ahli bedah yang terampil.”

Dr. Mark Wallack, adalah seorang ahli beda yang bekerja di rumah sakit St Vincent di New York. Seletah melihat foto kondisi mayat Elizabeth Short sebelum dan sesudah otopsi, Mark percaya dengan pendapat yang dilontarkan oleh Steve.

“Ketrampilan seperti ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang memiliki pengalaman dalam pembedahan.” Kata Wallack. Ia juga percaya kalau pembunuhnya adalah seorang dokter.

Steve percaya kalau ayahnya terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan. Misalnya pada kasus pembunuhan “Red Lipstick Murder”, dimana terjadi kasus pembunuhan terhadap wanita bertana Jeane French yang mayatnya ditemukan sebulan setelah Elizabet Short dengan bertuliskan huruf BD menggunakan lipstik berwarna merah pada tubuh korban. Mayat dari Jeane French juga ditemukan pada sebuah lahan kosong.

Tetapi masih adalagi teori yang dilontarkan Steve Hodel jika ayahnya benar-benar terlibat dalam kasus pembunuhan dan sebagai aktor yang dikenal sebagai Zodiac Killer yang legendaris. Zodiac Killer adalah pembunuh berantai yang menjalankan aksidnya di daerah California pada tahun 1960an. Jumlah korban yang bisa teridentifikasi dari pembunuhan Zodiac Killer adalah 7 orang, walaupun Zodiac sendiri telah mengakui bahwa dia telah membunuh sebanyak 37 orang. Kasus Zodiac Killer ini masuk dalam ketegori kasus yang tidak terpecahkan.

Teori Steve yang cukup luar biasa itu juga mempunyai dasar yang cukup kuat mengapa Steve menganggap ayahnya sebagai Zodiac Killer. Foto George Hodel ternyata sangat mirip dengan sketas wajah Zodiac Killer yang diliris oleh pihak kepolisian pada tahun 1960an.

6a00d8341c630a53ef0120a5e3b5ba970c

Foto George Hodel kiri – Poster Zodiac Killer kanan.

Teori Steve Hodel sendiri belum sepenuhnya benar, dimana teorinya itu belum mendapatkan pengakuan dari pihak kepolisan LAPD dan bahkan dianggap kalau teorinya tersebut terlalu mengada-ngada oleh banyak pihak. Tetapi disisi lain teori Steve juga mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak, misalnya deputi jaksa wilayah, Steve Kay dan seorang penulis buku mengenai kasus Black Dahlia yang bernama James Ellroy

Jika saja pembunuh pada kasus Black Dahlia Murder, Red Lipstick Murder dan Zodiac Killer ternyata orang yang sama. Maka bukan tidak mungkin kalau pengakuan dari Zodiac mengenai jumlah korbannya benar adanya.

Baca Juga : 8 Surat Izin tidak masuk sekolah yang lucu

Arnold Smith

Ditahun 1981, puluhan tahun setelah kasus pembunuhan Black Dahlia Murder terjadi, ada satu petunjuk penting kembali muncul kepermukaan mengenai kasus pembunuhan Elizabeth Short. Saat itu, seorang detektif LAPD bernama Jhon St.John menerima informasi mengenai kasus Black Dahlia Murder dari seorang informan.

St.Jhon dikenal sebagai detektif yang hebat dan telah banyak menangani kasus pembunuhan besar. Bahkan tidak tanggung-tanggung kisah hidup St.John menjadi banyak inspirasi dan telah dibuat dalam bentuk buku dan film televisi berseri.

Disuatu hari seorang datang kepada John dengan memberikan info mengenai kasus Black Dahlia dan memberikan sebuah rekaman pengakuan dari seseorang yang diduga sebagai pembunuh Elizabeth Short. Dalam rekaman tersebut ada seorang pria yang menunjukkan kepada informan tersebut beberapa foto dan barang yang diklaim sebagai milik Elizabeth Short.

Pria dalam rekaman tersebut bernama Arnold Smith. Smith mengakui kalau rekannya yang bernama Al Morrison yang juga sebagai seorang pelaku kejahatan seksual telah membunuh dan memutilasi Elizabet.

jackandersonwilson-arnoldsmith1

Arnold Smith

St.Jhon percaya kalau Arnold Smith dan Al Morrison merupakan pria yang sama.

Selain pengakuan dari Arnold Smith, pada rekaman itu juga menceritakan tentang detail bagaimana Elizabeth Short dibunuh.  Smith bercerita suatu ketika Elizabeth datang menghampiri Al Morrison di kamarnya yang berada di Hollywood, Elizabeth datang karena tidak memiliki tempat untuk menginap pada malam itu. Kemudian Al Morrison mengajak Beth ke sebuah rumah yang beda berada di East 31st dekat San Pedro dan mengajaknya untuk berhubungan seks tetapi ditolak oleh Beth. Morrison pun menjadi marah karena Beth menolak ajakannya dan kemudia menganiaya Beth selama beberapa hari dan berujung pada pembunuhan dan mutilasi.

Tetapi informasi ini kemudian bocor ke media. Kehebohanpun terjadi di kalangan media yang mencari berita dengan kemungkinan munculnya sosok tersangka baru dalam kasus Black Dahlia Murder. Akibat dari hebohnya pemberitaan tersebut akhirnya Arnold Smith pun menghilang dan tidak bisa dihubungi, kemungkinan karena merasa ketakutan. Informan dari St.John tidak mengetahui dimana tempat smith tinggal, namun ia meninggalkan beberapa pesan yang ditujukan kepada Smith agar bisa bertemu. Dan akhirnya pesan tersebut dibalas olhe Smith dan bersedia bertemu. Tetapi sayang sekali pertemuan itu tidak pernah terjadi yang bisa menjadi babak baru dalam kasus Black Dahlia.

Pertemuan yang tidak pernah terjadi itu disebabkan karena beberapa hari sebelum pertemuan dengan Smith, Arnold Smith telah ditemukan tewas dengan kondisi yang mengerikan di atas tempat tidurnya di Holland Hotel. Smith meninggal diduga karena merokok ketika ia tertidur sehingga tubuhnya ikut terbakar besama dengan tempat tidurnya dan dokumen dokumen lain yang diduga kuat milih dari Elizabeth Short.

Kematian Arnold Smith menjadi perhatian dan agak mencurigakan, namun pihak kepolisian tidak menemukan adanya bukti kejahatan pada peristiwa tersebut, dan lagi-lagi misteri pembunuhan Black Dahlia menjadi misteri dalam misteri. Dengan kemarian dari Arnold Smith tersebut kunci untuk memecahkan kasus Black Dahlia ikut lenyap bersama dengan Arnold Smith dan kasus Black Dahlia kembali mendapat jalan buntu.

Banyak yang berpendapat kalau Arnold Smith adalah pembunuh dari Elizabeth Short, tapi sayang tidak ada yang bisa membuktikannya siapa yang menjadi pembunuh Elizabeth Short dalam kasus Black Dahlia Murder.

Setelah lebih dari 70 tahun kejadian Black Dahlia Murder terjadi dan begitu banyak petunjuk dan teori baru yang bermunculan, pihak LAPD masih mengkategorikan kasus ini sebagai kasus yang “Tidak Terpecahkan – UNSOLVED”. Tetapi kasus Black Dahlia masih menarik perhatian para peneliti dan penyidik independen yang ingin mencari kebenaran dari kasus tersebut. Mungkin saja pada tahun-tahun berikutnya, kita akan mendengar teori-teori baru lainnya.

Terima kasih telah membaca artikel ini.
Mohon maaf jika banyak penulisan yang tidak baik.
Jika anda ingin membagikan kisah ini silahkan Share pada bagian yang telah kami sediakan.

 

Share and Enjoy ....
0
Previous
Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*