Skip to Content

INFOMENARIKINDO

Berita Dan Informasi Seputar Indonesia

3 Kejahatan yang Dilakukan Saat Tertidur

3 Kejahatan yang Dilakukan Saat Tertidur

Be First!

048328900_1497243464-you-shouldnt-wake-a-sleepwalker

Infomenarikindo.com – Tidur merupakan salah satu kebutuhan bagi tubuh manusia. Bagi mereka yang bekerja seharian, bisa tidur 6-7 jam merupakan hal yang sangat istimewa bagi mereka.

Akan tetapi, bagi sebagian orang tidur malah bisa membawa malapetaka baik itu kepada dirinya sendiri ataupun orang lain. Salah satunya adalah mereka yang mengalami gangguan tidur berjalan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sleepingwalking.

Tidur berjalan atau somnabulisme membuat sesorang melakukan aktivitas tanpa sadar ketika dia sedang tertidur. Dalam kondisi seperti itu, pikiran si individu dipengaruhi oleh suatu ide yang kemudian dia lakukan sambil tidur.

Ketika terbangun, seseorang yang mengalami gangguan tidur berjalan hanya mengingat samar-samar tindakan yang telah ia lakukan bahkan tidak ingat sama sekali.

Segala aktivitas yang dilakukan selama tidur berjalan biasanya sederhana, seperti mengambil makanan yang berada dalam kulkas, pergi keluar kamar, berpindah tempat tidur ke ruang tamu atau sekedar terbangun dan berdiri diam begitu saja.

Namun, ada pula beberapa kasus tidur berjalan dimana membuat seseorang untuk melakukan aktivitas komples. Termasuk diantaranya melakukan tindak kejahatan, seperti pelecehan seksual hingga tindak pembunuhan.

Berikut ini kami akan memberikan 3 kasus yang pernah terjadi ketika seseorang dengan gangguan tidur berjalan melakukan aksi kejahatan.

1. Joseph Mitchell

strangler-main

Mitchell dari Amerika Serikat hidup dalam kondisi yang penuh dengan tekanan luar biasa. Ia menjadi pengangguran untuk waktu yang lama. Keluarganya dirundung hutang yang menumpuk.

Hal itu pun membuat Mitchell mengalami stress. Kondisi itu semakin diperparah dengan jam tidurnya yang sangat terbatas, sekitar satu jam dalam semalam.

Serangkaian faktor itu ternyata menjadi penyebab Mitchell melakukan tidur berjalan. Namun, tak seperti kasus umum tidur berjalan, tindakan yang dilakukan Mitchell saat tidur berjalan mengakibatkan nestapa.

Dia masuk ke kamar anak-anaknya dan mencekik putranya yang berusia empat tahun, Blake, sampai mati.

Mitchell kemudian mendatangi anak perempuannya yang tertidur, Lexi yang berusia 13 tahun, dan menelungkupkan kepalanya ke kasur. Ia melakukan itu sampai Lexi tak bergerak.

Kemudian, Mitchell menghampiri dan mencekik putranya yang lain, Devon yang berusia 10 tahun. Tapi Devon terbangun dan menangis. Mendengar suara itu, salah seorang anak Mitchell yang lebih tua terbangun dan mencegah aksi tersebut.

Setelah itu, pria itu lari dan mengunci diri ke sebuah kamar.

Polisi yang datang beberapa saat kemudian menemukan Mitchell telah menusuk dirinya sendiri di kamar tersebut. Namun, pria Afrika-Amerika itu berhasil diselamatkan.

Keesokan harinya, Mitchell mengaku tak mengingat seluruh kejadian yang telah ia lakukan pada malam sebelumnya. Ia kemudian didakwa melakukan pembunuhan berencana dan dua tuduhan percobaan pembunuhan.

2. Kenneth Ecott

ecott

Ecott dan teman-temannya yang rerata berusia 20 tahun-an tengah merayakan pesta ulang tahun di sebuah rumah di Inggris. Mereka berpesta liar dengan minuman beralkohol sepanjang malam.

Hari semakin malam, para pemuda yang kelelahan akibat berpesta dan minuman berlakohol itu pun bergelimpangan tidur di sembarang tempat.

Keesokan paginya, seorang gadis berusia 15 tahun menjerit histeris setelah menemukan Ecott tak berbusana tertidur di atasnya. Mendengar teriakan itu, Ecott terbangun.

Ecott yang berusia 26 tahun itu kemudian diinterogasi oleh para peserta pesta, menuduhnya atas dugaan pelecehan seksual. Namun, pemuda itu mengaku tak mengingat kejadian apapun sepanjang malam, termasuk yang melibatkan gadis 15 tahun itu.

Pada hari yang sama, Ecott diamankan oleh kepolisian. Selang beberapa waktu, pemuda itu disidangkan atas dugaan kasus pelecehan seksual.

3. Simon Fraser

download

Simon Fraser tengah tertidur di kasur di sebelah sang istri saat tiba-tiba ia melihat sesosok monster di kamarnya. Monster itu kemudian menerkam anak Fraser yang tertidur pulas di dalam keranjang bayi.

Fraser kemudian spontan berdiri, menggenggam monster itu, dan kemudian membantingnya ke dinding ke kamar.

Singkat kemudian, sang istri menjerit histeris, yang sontak ikut membangunkan Fraser dari tidur berjalannya. Seketika pria itu sadar, bukan monster yang telah ia banting ke dinding, melainkan bayinya sendiri yang masih berusia 18 bulan.

Pria itu didakwa melakukan pembunuhan. Dia mengatakan kepada pengadilan, “Saya bersalah dalam tidur saya tapi tidak bersalah dalam akal sehat saya.”

Keluarganya bersaksi pernah mengalami serangan kekerasan dari Fraser saat ia tidur berjalan. Bahkan pada beberapa kesempatan, ia berusaha mencekik adiknya dan menyerang ayahnya.

Saat tidur berjalan Fraser juga kerap melukai dirinya sendiri.

Akhirnya setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan tes yang kompleks, dokter pengadilan mengonfirmasi bahwa Fraser memang memiliki gangguan tidur berjalan. Pria itu kemudian bebas dari tuduhan.

Namun, Fraser berjanji di hadapan pengadilan bahwa ia akan mulai tidur di ruang terpisah untuk ke depannya.

 

Jika anda menyukai artikel ini silahkan Bagikan/Share ^^v

Dinda – Admin

Share and Enjoy ....
0
Previous
Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*